Welcome

Selamat datang di blog kami.
Kami harap isi dari blog ini dapat bermanfaat bagi anda sekalian yang membacanya. Blog ini berisi pemikiran kami mengenai Negara dan atau pemerintahan yang tertuang dalam refleksi maupun photo essay kami. Kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari anda, agar substansi dari blog ini dapat menjadi lebih baik. :)
so, feel free to leave comment for us :)

Enjoy our Blog and Have a Nice Day :)

Rabu, 23 November 2011

Identitas Nasional

Indrastuti-1111004003

Dalam pertemuan Citizenship kali ini kami membahas mengenai Identitas nasional. Banyak teman-teman yang berpendapat menggunakan pengibaratan mengenai Identitas nasional dari sebuah goresan lukisan dimana setiap goresan mengandung beraneka ragam warna, crayon yang memiliki banyak corak warna jika digambarkan begitu nyata atau indah, capcay yang terdiri dari berbagai macam sayur mayur yang jika diolah dalam satu wadah memiliki cita rasa yang lezat, ada pula yang mengibaratkan identitas nasional seperti karbon, jika karbon itu ditangani oleh orang yang ahli dan digosok dengan semestinya maka akan dihasilkan sebuah berlian, sebaliknya jika jatuh ditangan orang yang tidak tepat maka karbon itu hanya berakhir menjadi pensil. Semua pendapat mereka tentang identitas nasional begitu  menarik, unik.
Menurut pendapat saya identitas nasional adalah jati diri bangsa, dimana kita sebagai bangsa Indonesia memiliki banyak suku bangsa, budaya, bahasa yang terlahir dari beribu-ribu pulau di Indonesia. Kami satu. Memiliki tujuan dan cita-cita bersama. Menurut penulis pada buku citizenship karya Sedarnawati Yasni Identitas nasional atau identitas bangsa merupakan tindakan kelompok yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakan yang diberi atribut nasional. Nasional tidak bisa dipisahkan dari konsep nasionalisme. Adapun arti dari nasionalisme itu sendiri adalah jiwa setia seseorang secara total yang diabdikan langsung kepada Negara bangsa atas nama sebuah bangsa. 

 
Bentuk cinta tanah air dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari seperti menggunakan bahasa Indonesia, mencintai produk dalam negeri (belajarlah untuk mencintai produk dalam negeri, produk yang ditangani oleh pengusaha dan pengrajin Indonesia. Hasil yang mereka buat juga tidak kalah saing dengan milik luar. Hanya butuh dukungan saja dari masyarakat Indonesia untuk keberadaan hasil-hasil produksi tersebut. Bagaimana produk kita dikenal mancanegara jika kita sendiri saja tidak mencintai produk kita sendiri), selektif jika menerima masukan mengenai budaya asing, tidak kita pungkiri bahwa kita memerlukan budaya asing masuk dalam budaya kita, sebagai contoh dalam segi teknologi, kita membutuhkan teknologi-teknologi dari luar untuk mengembangkan kehidupan kita. Ini sangat penting untuk kemajuan suatu Negara oleh sebab itu hal yang harus kita perhatikan adalah kita harus lebih teliti apakah kebudayaan itu baik untuk kita atau tidak (selektif). Patriotisme dalam sebuah Negara juga sangat berhubungan. Patriotisme itu sendiri memiliki makna sebagai tindakan nyata seseorang dalam membela Negara. Salah satu contohnya adalah menempatkan kepentingan Negara dan bangsa diatas kepentingan pribadi, memiliki jiwa besar (jika memiliki kesalahan berani untuk meminta maaf).
Identitas nasional merujuk pada suatu bangsa yang heterogen gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas, yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan, dan bahasa. Suku bangsa adalah ada sejak lahir.
Agama yang tumbuh dan berkembang di Indonesia antara lain Islam, Kristen, khatolik, budha, dan Hindu. Kebudayaan adalah patokan nilai-nilai etika dan moral yang tergolong ideal. Bahasa merupakan sarana komunikasi antar manusia. Bahasa Negara Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa dalam bingkai NKRI. 

Dalam pertemuan ini kami banyak menggunakan cara diskusi, cara yang paling tepat untuk mempelajari kewarganegaraan tepatnya identitas nasional. Dalam diskusi itu ada pembahasan mengenai rasa nasionalisme. Ketika kebudayaan Indonesia di claim Negara tetangga mana rasa nasionalisme kita sebagai pemilik budaya tersebut ?. Kami juga membahas mengenai wilayah Indonesia yang menjadi persengketaan dengan Negara tetangga.

Rasa nasionalisme tidak muncul secara tiba-tiba yang hadir ketika masalah datang. Rasa nasionalisme lahir dari diri kita sendiri ketika kita terlahir didunia ini. Adapun sikap menyadari bahwa Indonesia telah direbut semata-mata bukan karena sikap nasionalisme itu baru hadir. Semua hal yang ada di Indonesia selalu diperhatikan oleh masyarakat sekitar terutama pengurus Negara (Pemerintah) hanya saja tidak tampak secara transparan oleh kita yang mana sebagai warga Negara awam, sesungguhnya pemerintah sudah banyak bertindak dalam hal ini namun belum menghasilkan atau memperoleh hasil yang baik sehingga masyarakat umum berpikiran “apa yang dilakukan pemerintah?”.  Pemerintah selalu mencari jalan terbaik untuk rakyatnya agar rakyat aman sejahtera. Kita harus membantu pemerintah dalam mengatur Negara ini. Mulai dari hal kecil “Mencintai Tanah Air”. Bagaimana caranya ? banyak cara untuk kita mencintai, menghargai, dan menghormati bangsa kita ini.

Dengan mempertahankan Identitas Nasional itu sendiri. Jika Identitas Nasional bangsa kita baik maka kehidupannya akan baik pula. Identitas ibarat nama yang harus kita jaga. Salah satu cara menjaganya yaitu seperti hal yang terurai diatas. Sebagai contoh : membeli produk dalam negeri. Pakaian, produk Indonesia dalam bidang tekstil cukup baik jika di negeri kita saja ada mengapa harus membeli diluar ?. Jangan hanya karena masalah pribadi (gengsi) lalu kita menghindar dari semua yang berbau Indonesia, karena pandangan mereka terhadap bangsanya sendiri (Indonesia) sudah buruk, sehingga mereka malu untuk mengenalkan Indonesia kepada khalayak luar maupun khalayak bangsa ini sendiri.

Jika kita memandang rendah bangsa kita sendiri maka dimata global pun bangsa ini akan rendah, karena bangsa ini akan terlihat di kancah global apabila kita memperkenalkannya. Karena kita terlahir di Indonesia dan mau tidak mau harus menjadi bangsa Indonesia serta harus bangga dengan alam Indonesia dan sekitarnya. Jika bukan kita SIAPA lagi ?. Mari kita ciptakan perubahan-perubahan besar untuk bangsa ini agar Bangsa ini terlihat besar dimata Dunia. Jangan takut untuk melakukan perubahan yang bersifat positif, kita gunakan sebaik mungkin perkembangan dan pengaruh budaya luar yang masuk, ciptakan inovasi-inovasi baru untuk perkembangan bangsa sekarang, nanti, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, bahkan untuk generasi kita selanjutnya. Indentitas Nasioanal harus tetap dipertahankan, jangan biarkan Identitas Nasional ini runtuh buatlah Identitas Nasional bangsa ini berdiri kokoh, tegak, dan bijaksana. Ketika Identitas Nasional ini berdiri tegak mari kita jaga dan mempertahankannya agar tidak goyah ataupun luluh.

Kita sebagai generasi muda harus ikut campur tangan terhadap bangsa ini. Pemerintah sudah berusaha sebaik mungkin melakukan berbagai perubahan bagi kesejahteraan rakyatnya , marilah kita sebagai bagian dari bangsa ini ikut membereskan negeri ini. Yaaaaa dari hal kecil kita dapat meringankan setidaknya sedikit masalah Bangsa ini. Mulai dari membeli produk dalam negeri seperti yang telah saya uraikan diatas. Indonesia perlu kita bangun, Indonesia membutuhkan kita, jangan hanya mengeluh, menuntut, dan lain sebagainya kepada pemerintah. Pemerintah tidak akan berjalan baik tanpa bantuan kita (warga Indonesia). Sooooo , Lakukan yang terbaik sebagai warga Negara seutuhnya. Karena kita terlahir, tumbuh dan berkembang disini, di Bumi Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar