Riezky Ramadani-1111004009
Indonesia
menganut sistem demokrasi dalam pemerintahannya. Apa itu sistem pemerintahan
demokrasi? yaitu bentuk pemerintahan yang kekuasaan yang pemerintahannya berada
di tangan rakyat. Abraham Lincoln dalam pidato
Gettysburgnya mendefinisikan demokrasi sebagai "pemerintahan
dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat". Hal ini berarti kekuasaan
tertinggi dalam sistem demokrasi ada di tangan rakyat dan rakyat mempunyai hak, kesempatan dan suara
yang sama di dalam mengatur kebijakan pemerintahan.
Sistem
pemerintahan yang digunakan indonesia adalah sistem demokrasi pancasila, sistem
pemerintahan yang hanya dimiliki oleh indonesia karena tidak ada negara lain
yang menganut sistem ini. Sistem demokrasi pancasila sistem pemerintahan yang
berdasarkan pada 5 nilai luhur (pancasila) yang dijadikan sebagai dasar
pelaksanaan pemerintahan yang berasas kepada bhineka tunggal ika. Hal ini
sangat sesuai dengan kondisi masyarakat indonesia yang bercorak masyarakat
multikultural, yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, etnis, dan agama.
Indonesia yang terdiri dari berbagai macam budaya, bahasa, kepercayaan, adat
istiadat dan memiliki pulau yang banyak (dan terpencar) sulit dipercaya untuk
menyatukan negara seperti indonesia. Namun Pancasila berfungsi sebagai penyatu
bagi masyarakat indonesia, dengan pancasila semua merasa tidak ada yang
dibedakan (tidak ada yang merasa di istimewakan) bagi siapa pun, dan pemberian
kesempatan yang sama kepada setiap orang dan semua orang.
Apa itu budaya demokrasi? Budaya demokrasi adalah pola pikir, pola sikap dan pola tindak warga masyrakat yang sejalan dengan nilai nilai kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan antar manusia. Indonesia yang terdiri dari masyarakat heterogen rawan sekali terjadinya konflik baik konflik ras,suku, agama dsb. Untuk itu diperlukan ketersediaan warga masyarakat yang dapat saling menolerir keanekaragaman dan konflik antar kelompok maupun ketersediaan untuk mengakui keabsahan kompromi sangat bermanfaat bagi perkembangan budaya demokrasi.
Unsur unsur
budaya demokrasi yaitu:
Persamaan: demokrasi berpandangan bahwa manusia yang berbeda beda
hakikatnya sama dan sederajat. Sikap ini sangat diperlukan agar kita dapat
menghargai perbedaan yang ada.
Solidaritas: ketersediaan untuk memperhatikan kepentingan dan
kerjasama dengan orang lain. Solidaritas sebagai perekat agar tidak terjadi
perpecahan.
Keadaban: ketinggian tingkat kecerdasan lahir batin atau kebaikan
budi pekerti.
Nilai nilai yang menjadi etika pemerintahan
negara demokrasi mencakup:
·
Menjamin terselenggaranya perubahan masyarakat secara damai
·
Menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur
·
Membatasi pengunaan kekerasan sampai seminimal mungkin
·
Mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman dalam masyarakat
Pengembangan budaya demokrasi merupakan
bagian dari pembangunan demokrasi. Pembangunan demokrasi mencakup pembangunan
keembagaan negara dan birokrasi pemerintah, pembanguan partai politik
pembangunan perilaku dan lembaga ekonomi, pembangunan rule of law
(supremasi hukum) dan pembangunan civil society.
Masyarakat madani adalah jaringan kerja yang
kompleks dari organisasi yang dibentuk secara sukarela yang berbeda dari
lembaga negara yang resmi, dan bertindak secara mandiri atau dalam kerja sama
dengan lembaga negara. Jaringan lembaga tersebut terpisah dari negara namun tetap
tunduk terhadap hukum yang berlaku dan merupakan wilayah publik yang
diciptakan dan dijalankan oleh warga negara biasa. Tujuannya adalah mewujudkan
kebaikan bersama (public good) dan juga bertindak sebagai kekuatan sosial
mandiri yang mengontrol atau membatasi penggunaan kekuasaan negara. Melalui
organisasi masyarakat madani, keprihatinan warga negara dapat ditransformasikan
ke dalam kebijakan kebijakan publik.
Masyarakat madani memiliki ciri ciri sebagai
berikut, lahir secara mandiri (masyarakat sendiri yang membentuknya bukan
penguasa negara), keanggotaannya bersifat sukarela (atas kesadaran
masing-masing anggotanya), mencukupi kebutuhannya sendiri (tidak bergantung
pada bantuan pemerintah/negara), bebas atau mandiri dari kekuasaan negara
(berani mengontrol pengunaan kekuasaan negara), tunduk pada aturan hukum yang
berlaku (seperangkat nilai dan norma yang diyakini bersama).
Dalam hal ini organisasi masyarakat madani
berfungsi sebagai lawan dari negara dengan cara menentang pemerintahan yang bertindak
sewenang wenang serta melindungi hak kebebasan warga negara dan organisasi
tersebut juga berperan sebagai penyalur aspirasi dari warga negara kepada
masyarakat kepada pejabat pemerintahan dan wakil rakyat. Organisasi masyarakat
madani memang berbeda dengan pemerintahan negara namun itu bukan berarti
dijadikan sebagai alasan untuk selalu bertentangan dengan pemerintah dan negara.
Pemerintahan demokrasi diberi kekuasaan untuk
melindungi hak hak kebebasan seseseorang dalam menyatakan pendapat, berkumpul
dan berorganisasi. Kebebasan tersebut sangat diperlukan bagi pekerja organisasi
masyarakat madani. Masyarakat madani menunjukkan bahwa demokrasi perlu
ditopang oleh segala macam bentuk kelompok sosial yang diorganisasi secara
independen. Dengan cara tersebut kekuasaan negara dapat dibatasi dan opini
publik dapat disuarakan sehinga masyarakat memiliki kepercayaan diri untuk
melawan pemerintahan yang bertindak sewenang wenang.
Pelaksanaan demokrasi di Indonesia selalu
terdapat penyimpangan. Pada demokrasi di masa orde lama masa pemerintahan
presiden Soekarno pada era demokrasi terpimpin, terdapat beberapa penyimpangan
yaitu pelanggaran prinsip “kebebasan kekuasaan kehakiman” kekuasaan sering
dijadikan alat untuk menghukum para pemimpin politik yang menentang kebijakan
pemerintah. Pelampauan batas wewenang yang dilakukan presiden yaitu penetapan
yang melebihi kewenangannya. Pengekangan hak asasi warga negara dibidang
politik (berserikat,berkumpul, dan mengeluarkan pendapat), pembentukan lembaga
negara ekstrakonstitusional.
Demokrasi di masa orde baru yaitu masa
pemerintahan Soeharto, penyimpangan yang terjadi lebih buruk dibandingkan di
masa demorasi terpimpin. Pembatasan hak hak politik rakyat, jika ada kabar
berita di media yang tdak sesuai dengan jalannya pemerintahan maka langsung
dibredel,pemusatan kekuasaan ada ditangan presiden, pembentukan
ekstrakonstitusonal, KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme).
Belum lagi kasus kasus pejabat pemerintah
lainnya, baik kepala pemerintah bahkan sampai daerah pun melakukan hal yang
menyimpang. Sepertinya hal itu sudah menjadi hal yang sudah mendarah daging
sehingga sudah sulit untuk memisahkannya. Dan masyarakatlah yang lagilagi di
jadikan sebagai korban. Mereka hanya dapat berdiam saja karena merasa enggan
bahkan takut untuk mengeluarkan pendapatnya. Bagaimana masyarakat ini akan
percaya kepada pemerintahan jika yang dipercaya menghianati kepercayaan yang
telah diberikan? Mereka terpilih sebagai penyalur aspirasi masyarakat
bukan sebagai penguasa masyarakat. Pada hakekatnya pemerintah hanyalah seorang
pelayan bagi negaranya yang bersedia melayani semua kebutuhan semua
masyarakatnya, namun berbanding terbalik dengan fungsinya yang sekarang. Untuk
itu diperlukan lembaga yang dapat menyalurkan aspirasi dari masyarakat yang
tidak tersalurkan. Melalui lembaga masyarakat madani merupakan solusi yang
cukup tepat.
Bambang suteng, dkk. Pendidikan kewarganegaraan. Erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar