Welcome

Selamat datang di blog kami.
Kami harap isi dari blog ini dapat bermanfaat bagi anda sekalian yang membacanya. Blog ini berisi pemikiran kami mengenai Negara dan atau pemerintahan yang tertuang dalam refleksi maupun photo essay kami. Kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari anda, agar substansi dari blog ini dapat menjadi lebih baik. :)
so, feel free to leave comment for us :)

Enjoy our Blog and Have a Nice Day :)

Rabu, 07 Desember 2011

Photo Essay : Keunggulan dan Inovasi Pembangunan Daerah


Source : Dokumentasi pribadi
 Kemacetan di wilayahTegal Parang








Kemacetan di Kuningan-Jakarta
Source: dokumentasi pribadi



Kemacetan di wilayah Semanggi
source: dokumentasi pribadi













Senin, 05 Desember 2011

Photo Essay : Keunggulan dan Inovasi Pembangunan Daerah

Source : http://ceritabersamapaturusi.blogspot.com

Harmoni di tahun 1876









Source : http://ceritabersamapaturusi.blogspot.com

Harmoni di tahun 1937










 
Source : http://massher.blogspot.com/2011/08/jakarta-doeloe.html

Harmoni di tahun 60-an atau 70-an












Rabu, 23 November 2011

Budaya Demokrasi dan Masyarakat Madani


Riezky Ramadani-1111004009

Indonesia menganut sistem demokrasi dalam pemerintahannya. Apa itu sistem pemerintahan demokrasi? yaitu bentuk pemerintahan yang kekuasaan yang pemerintahannya berada di tangan rakyat. Abraham Lincoln dalam pidato Gettysburgnya mendefinisikan demokrasi sebagai "pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat". Hal ini berarti kekuasaan tertinggi dalam sistem demokrasi ada di tangan rakyat dan rakyat mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur kebijakan pemerintahan. 

Sistem pemerintahan yang digunakan indonesia adalah sistem demokrasi pancasila, sistem pemerintahan yang hanya dimiliki oleh indonesia karena tidak ada negara lain yang menganut sistem ini. Sistem demokrasi pancasila sistem pemerintahan yang berdasarkan pada 5 nilai luhur (pancasila) yang dijadikan sebagai dasar pelaksanaan pemerintahan yang berasas kepada bhineka tunggal ika. Hal ini sangat sesuai dengan kondisi masyarakat indonesia yang bercorak masyarakat multikultural, yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, etnis, dan agama. Indonesia yang terdiri dari berbagai macam budaya, bahasa, kepercayaan, adat istiadat dan memiliki pulau yang banyak (dan terpencar) sulit dipercaya untuk menyatukan negara seperti indonesia. Namun Pancasila berfungsi sebagai penyatu bagi masyarakat indonesia, dengan pancasila semua merasa tidak ada yang dibedakan (tidak ada yang merasa di istimewakan) bagi siapa pun, dan pemberian kesempatan yang sama kepada setiap orang dan semua orang.  



Bela Negara tanpa Perang

Putu Samantha Pradnya Puspatara-1111004001

Akhir-akhir ini kita sering mendengar berbagai macam kecaman yang dilontarkan oleh masyarakat Indonesia kepada Negara tetangga Malaysia terkait berita pencaplokan wilayah Camar Bulan. Berdalih demi bela Negara, demi mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, masyarakat banyak melontarkan kalimat-kalimat yang seharusnya tidak perlu diucapkan. Bukankah kita tidak mendapat apa-apa dengan melontarkan kecaman macam itu? Tidakkah akan lebih baik bila kita mencoba memandang falsafah bela Negara dari sudut pandang yang lain?
Bela Negara adalah kondisi psikologis yang mencerminkan tekad, sikap dan perilaku warganegara Indonesia yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta rela berkorban guna menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara (Yasni,2010/2011:55). Jadi, bela Negara tidak melulu harus berperang demi menjaga keutuhan NKRI ini. Banyak hal dapat diimplementasikan dalam pengembangan definisi bela Negara. Dengan tidak bertindak anarkis pun sebenarnya kita telah melaksanakan prinsip bela Negara. Karena dengan tidak bertindak anarkis artinya kita telah menjaga ketertiban dan keamanan wilayah NKRI sehingga terjadi keseimbangan yang menyebabkan kelangsungan hidup bangsa Indonesia.


Pikiranku tentang Bangsaku

Indrastuti-1111004003


11.   Indonesia Negara Besar (Bhineka Tunggal  Ika/Falsafah Pancasila/Dasar Negara UUD 1945).
22.   Bagaimana Mengentaskan Kemiskinan (karena lapar/kurang pendidikan/krisis moral).
33.   Aku Bangsa Indonesia Seutuhnya.


  1.   Indonesia Negara Besar (Bhineka Tunggal Ika/Falsafah Pancasila/Dasar Negara UUD 1945).



 Negara Republik Indonesia terdiri dari sekian ribu pulau/sekian banyak suku bangsa dan bahasa dengan adat yang dijunjung tinggi bersatu dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),  falsafah Negara Pancasila  yang kita akui sebagai filosofi Negara paling mendekati sempurna di jagad raya ciptaan Tuhan Yang Maha Esa (Ir. Soekarno sang pencipta) dan UUD 1945 ( Leluhur/pendiri Negara sang pencipta).

Pikiranku menerawang ke Pasal 33 UUD 1945 yang merupakan pengejawantahan kekayaan negara yang dikuasai/dikelola oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran/ kesejahteraan rakyat.
Bhineka Tunggal Ika (sebutan Indah leluhur ahli bahasa) merupakan kesatuan dalam arti sebagai bangsa Indonesia yang utuh/ bangsa Indonesia seutuhnya, sebagai bangsa yang beragama, memiliki banyak suku bangsa, memiliki banyak bahasa daerah, memiliki berbagai macam adat dan sejak dahulu memiliki moral yang baik ramah dan beradab, selalu menyelesaikan berbagai masalah dengan jalan bermusyawarah dengan kesepakatan serta ingin mengutamakan pendapatan secara adil  dalam bentuk kesejahteraan sosial bagi  warga negaranya. 

Lunturnya Jati Diri Bangsa

Riezky Ramadani-1111004009


Istilah identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. Secara etimologis , identitas nasional berasal dari kata “identitas” dan “ nasional”. Kata identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian harfiah, ciri, tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atau sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain. Sedangkan kata nation secara etimologis berakar dari kata Bahasa Latin natio. Kata natio sendiri memiliki akar kata nasci, yang dalam penggunaan klasiknya cendrung memiliki makna negatif (peyoratif). Ini karena kata nasci digunakan masyarakat Romawi Kuno untuk menyebut ras, suku, atau keturunan dari orang yang dianggap kasar atau yang tidak tahu adat menurut standar atau patokan moralitas Romawi. Padanan dengan bahasa Indonesia sekarang adalah tidak beradab, kampungan, kedaerahan, dan sejenisnya. Kata natio dari Bahasa Latin ini kemudian diadopsi oleh bahasa-bahasa turunan Latin seperti Perancis yang menerjemahkannya sebagai nation, yang artinya bangsa atau tanah air. Juga Bahasa Italia yang memakai kata nascere yang artinya “tanah kelahiran”. Bahasa Inggris pun menggunakan kata nation untuk menyebut “sekelompok orang yang dikenal atau diidentifikasi sebagai entitas berdasarkan aspek sejarah, bahasa, atau etnis yang dimiliki oleh mereka” (The Grolier International Dictionary: 1992) . 

Nasionalisme Milik Siapa

Putu Samantha Pradnya Puspatara-1111004001

Dewasa ini, banyak orang berbicara tentang nasionalisme. Di tengah gemuruh globalisasi yang dikatakan akan meleburkan batas tiap Negara, kenyataannya Negara-negara malah makin kuat mempertahankan dan mengukuhkan batasnya sebagai salah satu bentuk pertahanan identitas mereka. Nasionalisme, tentunya menjadi salah satu komponen penting yang kita gunakan untuk bertahan dalam arus globalisasi ini. Jika berbicara mengenai nasionalisme, saya benar-benar bingung dibuatnya. Nasionalisme itu sendiri menurut Wikipedia adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Menarik memang setiap membicarakan tentang nasionalisme ini. Hampir setiap hari saya mendengarkan para mahasiswa meneriakkan kalimat nasionalisme ini. Kalimat ini bahkan hampir menjadi tren di kalangan anak muda. Nasionalis, pastinya ada dalam setiap orang dorongan untuk membela dan mencintai tanah air Indonesia ini. Namun, membela dan mencintai yang bagaimana yang sepantasnya dilakukan agar mendekati arti sesungguhnya dari nasionalisme itu?

Identitas Nasional

Indrastuti-1111004003

Dalam pertemuan Citizenship kali ini kami membahas mengenai Identitas nasional. Banyak teman-teman yang berpendapat menggunakan pengibaratan mengenai Identitas nasional dari sebuah goresan lukisan dimana setiap goresan mengandung beraneka ragam warna, crayon yang memiliki banyak corak warna jika digambarkan begitu nyata atau indah, capcay yang terdiri dari berbagai macam sayur mayur yang jika diolah dalam satu wadah memiliki cita rasa yang lezat, ada pula yang mengibaratkan identitas nasional seperti karbon, jika karbon itu ditangani oleh orang yang ahli dan digosok dengan semestinya maka akan dihasilkan sebuah berlian, sebaliknya jika jatuh ditangan orang yang tidak tepat maka karbon itu hanya berakhir menjadi pensil. Semua pendapat mereka tentang identitas nasional begitu  menarik, unik.
Menurut pendapat saya identitas nasional adalah jati diri bangsa, dimana kita sebagai bangsa Indonesia memiliki banyak suku bangsa, budaya, bahasa yang terlahir dari beribu-ribu pulau di Indonesia. Kami satu. Memiliki tujuan dan cita-cita bersama. Menurut penulis pada buku citizenship karya Sedarnawati Yasni Identitas nasional atau identitas bangsa merupakan tindakan kelompok yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakan yang diberi atribut nasional. Nasional tidak bisa dipisahkan dari konsep nasionalisme. Adapun arti dari nasionalisme itu sendiri adalah jiwa setia seseorang secara total yang diabdikan langsung kepada Negara bangsa atas nama sebuah bangsa.