Welcome

Selamat datang di blog kami.
Kami harap isi dari blog ini dapat bermanfaat bagi anda sekalian yang membacanya. Blog ini berisi pemikiran kami mengenai Negara dan atau pemerintahan yang tertuang dalam refleksi maupun photo essay kami. Kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari anda, agar substansi dari blog ini dapat menjadi lebih baik. :)
so, feel free to leave comment for us :)

Enjoy our Blog and Have a Nice Day :)

Sabtu, 14 Januari 2012

Hak Asasi Manusia

 Riezky Ramadani-1111004009

     Ketika kita mendengar kata HAM hal pertama yang dibenak kita ialah hak asasi yang dimiliki oleh manusia, yang diberikan oleh Tuhan ketika kitalahir kedunia. Mungkin secara pengertian benar, namun banyak orang yang keliru mengenai penerapan dari HAM tersebut. Misalkan terdapat suatu kondisi seperti berikut, ketika kita sedang berjalan melewati sungai kemudian ada seorang ibu yang sedang membuang sampah lalu kita melarangnya kemudian ibu itu berkata “terserah saya, hak-hak saya untuk membuang sampah ini ke sungai atau tidak” melihat kondisi tersebut benarkah hal tersebut merupakan pelanggaran HAM? Sebelum kita menjelaskan lebih jauh  yang namanya HAM alangkah baiknya kita mengetahui definisi HAM menurut pengertian Undang-undang.

Senin, 09 Januari 2012

Saat Masyarakat (tak) Didengar


 
Putu Samantha Pradnya Puspatara-1111004001
           

          Masih segar di pikiran kita mengenai kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Mesuji, kini masyarakat kembali dikejutkan dengan peristiwa yang nyaris serupa di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat. Kekerasan terjadi pada hari Sabtu tanggal 24 Desember 2011 di Kecamatan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat. Seperti yang dilansir oleh Koran Kompas pada tanggal 26 Desember 2011, kekerasan tersebut terjadi akibat masyarakat menduduki lokasi penyeberangan kapal feri di Sape. Bahkan dua diantara massa Front Reformasi Anti Tambang (Frant) tewas saat aparat kepolisian berusaha membubarkan pendudukan lokasi penyebarangan kapal feri tersebut.
            Memang, kepolisian memiliki alasan untuk membubarkan pendudukan lokasi tersebut. Selain karena dinilai mengganggu kepentingan masyarakat luas, aksi tersebut juga disinyalir merusak fasilitas umum. Tetapi apakah harus dengan kekerasan? Apakah harus ada korban-korban yang terluka? Tak bisakah pembubaran tersebut dilakukan dengan negosiasi atau pendekatan lain yang dapat menguntungkan kedua pihak?

Kata Bung Karno “BERDIKARI”


Indrastuti-1111004003



Perang merebut kemerdekaan telah usai. Apakah perjuangan kita juga telah selesai??? Ooooo tidak, justru sekarang ini kesadaran kita untuk membela negara ada namun dalam konteks yang berbeda. Menurut saya Kesadaran bela negara pada hakikatnya  merupakan kepedulian terhadap negara dengan berbakti dan rela berkorban demi memajukan kehidupan dalam negara dengan cara apapun, nasionalisme dan patriotisme.
Pada jaman dahulu bela negara identik dengan perang ataupun pertempuran, namun dijaman sekarang jika tidak ada perang apa tidak ada yang harus di bela?. Saat ini masyarakat masih menganggap bahwa bela negara identik dengan militerisme yang selalu berhubungan dengan TNI dan kawan-kawannya. Di jaman sekarang justru yang merupakan tantangan terbesar bagi bangsa kita adalah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan bentuk Negara Republik Indonesia yang terdiri dari sekian ribu pulau, sekian banyak suku bangsa dan bahasa dengan adat yang dijunjung tinggi bersatu dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi sorotan utama bangsa ini dalam masalah keutuhan. Menjaga keutuhan bangsa dengan latar seperti ini cukup sulit untuk dikontrol, tidak mudah bertahan jika tidak ada tujuan untuk bersatu, meskipun ada yang namanya TNI yang memiliki fungsi menjaga pertahanan serta keamanan negara namun itu bukanlah hal yang menjamin keutuhan NKRI karena fungsi para TNI telah berubah bukan lagi dinamakan membela negara dengan menjaga keamanan dan kedamaian bangsa melainkan menghabiskan uang negara, karena mereka melakukan tugasnya berdasarkan gaji atau penghasilan yang diharapkan bukan karena kesadaran akan keutuhan NKRI.  Dari jaman dahulu hingga sekarang para TNI bukan membela negara melainkan membela kepentingan sekelompok orang yang mampu memberikan feedback pada mereka. 

Rabu, 07 Desember 2011

Photo Essay : Keunggulan dan Inovasi Pembangunan Daerah


Source : Dokumentasi pribadi
 Kemacetan di wilayahTegal Parang








Kemacetan di Kuningan-Jakarta
Source: dokumentasi pribadi



Kemacetan di wilayah Semanggi
source: dokumentasi pribadi













Senin, 05 Desember 2011

Photo Essay : Keunggulan dan Inovasi Pembangunan Daerah

Source : http://ceritabersamapaturusi.blogspot.com

Harmoni di tahun 1876









Source : http://ceritabersamapaturusi.blogspot.com

Harmoni di tahun 1937










 
Source : http://massher.blogspot.com/2011/08/jakarta-doeloe.html

Harmoni di tahun 60-an atau 70-an












Rabu, 23 November 2011

Budaya Demokrasi dan Masyarakat Madani


Riezky Ramadani-1111004009

Indonesia menganut sistem demokrasi dalam pemerintahannya. Apa itu sistem pemerintahan demokrasi? yaitu bentuk pemerintahan yang kekuasaan yang pemerintahannya berada di tangan rakyat. Abraham Lincoln dalam pidato Gettysburgnya mendefinisikan demokrasi sebagai "pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat". Hal ini berarti kekuasaan tertinggi dalam sistem demokrasi ada di tangan rakyat dan rakyat mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur kebijakan pemerintahan. 

Sistem pemerintahan yang digunakan indonesia adalah sistem demokrasi pancasila, sistem pemerintahan yang hanya dimiliki oleh indonesia karena tidak ada negara lain yang menganut sistem ini. Sistem demokrasi pancasila sistem pemerintahan yang berdasarkan pada 5 nilai luhur (pancasila) yang dijadikan sebagai dasar pelaksanaan pemerintahan yang berasas kepada bhineka tunggal ika. Hal ini sangat sesuai dengan kondisi masyarakat indonesia yang bercorak masyarakat multikultural, yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, etnis, dan agama. Indonesia yang terdiri dari berbagai macam budaya, bahasa, kepercayaan, adat istiadat dan memiliki pulau yang banyak (dan terpencar) sulit dipercaya untuk menyatukan negara seperti indonesia. Namun Pancasila berfungsi sebagai penyatu bagi masyarakat indonesia, dengan pancasila semua merasa tidak ada yang dibedakan (tidak ada yang merasa di istimewakan) bagi siapa pun, dan pemberian kesempatan yang sama kepada setiap orang dan semua orang.  



Bela Negara tanpa Perang

Putu Samantha Pradnya Puspatara-1111004001

Akhir-akhir ini kita sering mendengar berbagai macam kecaman yang dilontarkan oleh masyarakat Indonesia kepada Negara tetangga Malaysia terkait berita pencaplokan wilayah Camar Bulan. Berdalih demi bela Negara, demi mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, masyarakat banyak melontarkan kalimat-kalimat yang seharusnya tidak perlu diucapkan. Bukankah kita tidak mendapat apa-apa dengan melontarkan kecaman macam itu? Tidakkah akan lebih baik bila kita mencoba memandang falsafah bela Negara dari sudut pandang yang lain?
Bela Negara adalah kondisi psikologis yang mencerminkan tekad, sikap dan perilaku warganegara Indonesia yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta rela berkorban guna menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara (Yasni,2010/2011:55). Jadi, bela Negara tidak melulu harus berperang demi menjaga keutuhan NKRI ini. Banyak hal dapat diimplementasikan dalam pengembangan definisi bela Negara. Dengan tidak bertindak anarkis pun sebenarnya kita telah melaksanakan prinsip bela Negara. Karena dengan tidak bertindak anarkis artinya kita telah menjaga ketertiban dan keamanan wilayah NKRI sehingga terjadi keseimbangan yang menyebabkan kelangsungan hidup bangsa Indonesia.