Welcome

Selamat datang di blog kami.
Kami harap isi dari blog ini dapat bermanfaat bagi anda sekalian yang membacanya. Blog ini berisi pemikiran kami mengenai Negara dan atau pemerintahan yang tertuang dalam refleksi maupun photo essay kami. Kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari anda, agar substansi dari blog ini dapat menjadi lebih baik. :)
so, feel free to leave comment for us :)

Enjoy our Blog and Have a Nice Day :)

Senin, 09 Januari 2012

Kata Bung Karno “BERDIKARI”


Indrastuti-1111004003



Perang merebut kemerdekaan telah usai. Apakah perjuangan kita juga telah selesai??? Ooooo tidak, justru sekarang ini kesadaran kita untuk membela negara ada namun dalam konteks yang berbeda. Menurut saya Kesadaran bela negara pada hakikatnya  merupakan kepedulian terhadap negara dengan berbakti dan rela berkorban demi memajukan kehidupan dalam negara dengan cara apapun, nasionalisme dan patriotisme.
Pada jaman dahulu bela negara identik dengan perang ataupun pertempuran, namun dijaman sekarang jika tidak ada perang apa tidak ada yang harus di bela?. Saat ini masyarakat masih menganggap bahwa bela negara identik dengan militerisme yang selalu berhubungan dengan TNI dan kawan-kawannya. Di jaman sekarang justru yang merupakan tantangan terbesar bagi bangsa kita adalah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan bentuk Negara Republik Indonesia yang terdiri dari sekian ribu pulau, sekian banyak suku bangsa dan bahasa dengan adat yang dijunjung tinggi bersatu dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi sorotan utama bangsa ini dalam masalah keutuhan. Menjaga keutuhan bangsa dengan latar seperti ini cukup sulit untuk dikontrol, tidak mudah bertahan jika tidak ada tujuan untuk bersatu, meskipun ada yang namanya TNI yang memiliki fungsi menjaga pertahanan serta keamanan negara namun itu bukanlah hal yang menjamin keutuhan NKRI karena fungsi para TNI telah berubah bukan lagi dinamakan membela negara dengan menjaga keamanan dan kedamaian bangsa melainkan menghabiskan uang negara, karena mereka melakukan tugasnya berdasarkan gaji atau penghasilan yang diharapkan bukan karena kesadaran akan keutuhan NKRI.  Dari jaman dahulu hingga sekarang para TNI bukan membela negara melainkan membela kepentingan sekelompok orang yang mampu memberikan feedback pada mereka. 

Pada tahun 1965, masa jatuhnya kepemimpinan Ir. Soekarno disebabkan kehendak pemodal asing. Pada saat itu keamanan dan kestabilan politik yang memuluskan para investor di backup oleh militer. Ir Soekarno yang menolak adanya investasi asing akhirnya dilengserkan. Setelah itu naiklah masa kepemimpinan Jenderal Soeharto. Pada masa Soeharto investasi asing dibuka lebar-lebar, lagi-lagi militer yang menjadi alat untuk memuluskan investasi itu. Semenjak itu para pemuda dan mahasiswa (aktivis) yang mengkritik kewenangan pemerintah itu dibunuh, dibantai, dan menghilang tanpa jejak lagi-lagi oleh militer.

Lantas siapa yang seharusnya membela negara ini? KITA.
Kita terlahir di Indonesia (NKRI) dan mau tidak mau harus menjadi bangsa Indonesia serta bangga dengan bangsa ini. Jika kita bangga dengan Indonesia pikiran tentang kekurangan serta masalah-masalah yang Indonesia miliki akan terlintas mudah untuk diatasi. Bersikap optimis dan terbuka menjadi hal yang harus kita miliki. Membela negara menjadi kewajiban kita sebagai anggota Indonesia karena kita berpijak di bangsa ini dan mau tidak mau mengabdi untuk bangsa ini. Konteks membela negara dapat kita implementasikan dalam berbagai hal baik dari segi besar ataupun kecil sekalipun.

Menurut pendapat saya membela negara saat ini bukan lagi dalam konteks angkat senjata atau membawa nama baik bangsa, tetapi kita harus memahami bahwa negara kita saat ini bukanlah dijajah secara fisik imperialisme seperti jaman Belanda atau Jepang dulu, akan tetapi sekarang ini bangsa kita telah dijajah secara ekonomi. Coba kita lihat sumber daya alam kita, hampir 90% sumber daya alam kita dikuasai oleh negara asing seperti yang di Papua. Seharusnya atau Idealnya Sumber Daya Alam itu milik kita, dikelolah oleh kita, dan di nikmati oleh kita (Bangsa Indonesia) kalau kata bung Karno “BERDIKARI” berdiri di atas kaki sendiri, prinsipnya membela negara sekarang itu ‘Berdaulat di bidang Politik, Mandiri secara Ekonomi, berkepribadian dibidang budaya (Bangsa Indonesia)’, karena di sebuah negara yang berkedaulatan politik, dan berkepribadian di bidang budaya tidak mungkin tidak berdikari dalam ekonomi.  Selain sumber daya alam sumber daya manusia pun telah di kuasai. Berdiri perusahaan- perusahaan asing di Indonesia dengan mempekerjakan rakyat Indonesia sebagai buruh pabriknya. Sebagai contoh kota industri di Bekasi, dan Cikarang. Berdiri beratus-ratus perusahaan asing baik Jepang, Korea, bahkan China. Hal ini sesungguhnya cukup membantu Indonesia mengurangi tingkat pengangguran, namun ini juga berarti kita membiarkan bangsa kita terpuruk dan terus jatuh di negeri sendiri.

Selain itu ada lagi hal yang menjajah bangsa kita dari segi ekonomi yaitu mode. Kita telah terhipnotis dengan kemegahan bangsa asing dalam hal fashion dan sebagainya. Kebanyakan dari kita membeli dan memakai barang-barang produk luar negeri dengan alasan lebih trendy dan lebih berkualitas, padahal jika kita cari-cari di Indonesia  banyak hal yang dapat kita temukan dengan kualitas yang baik dan mode yang cukup berkelas. Karena sesungguhnya barang yang kita pakai dengan merek luar negeri sebagiannya merupakan hasil eksport milik Indonesia yang kemudian di import kembali oleh bangsa asing itu ke Indonesia. Inilah penjajahan jaman sekarang, berbentuk abstrak yang tidak dirasakan masuk dan serangannya, secara perlahan dan pasti merusak kecintaan dan kebaktian kita terhadap bangsa yang dapat merusak keutuhan NKRI.

Memfiltrasi, salah satu upaya kita dalam membela negara. Karena kita tidak mungkin menjauhkan diri dari perkembangan kemajuan teknologi, hanya saja pandai-pandailah dalam menerima kebudayaan asing tersebut. Menyerap pengetahuan yang bernilai positif dari bangsa asing dan menolak yang bersifat negative itu baik.

Di Indonesia yang menjadi masalah adalah kualitas pendidikan yang kurang sehingga menghasilkan minimnya moral anak bangsa, sulit membedakan yang bersifat positif atau bersifat negartif, kesadaran untuk membela negara cenderung tidak mampu di implementasikan karena mindset yang terukir kuat dalam pikiran rakyat Indonesia adalah perang!! perang!! dan perang!!. Banyak hal yang perlu dilakukan guna menghilangkan mindset kita tentang kesadaran bela negara tanpa perang.

Indonesia memiliki banyak permasalahan, salah satunya seperti yang terurai dalam wacana diatas. Kesadaran bela negara menjadi peran penting untuk membangun keutuhan Indonesia, menjaga kekayaan Indonesia agar tidak jatuh ke bangsa Asing merupakan salah satu bentuk bela negara.

Menggunakan produk dalam negeri, menghargai hasil-hasil kerajinan orang-orang bangsa kita serta mengembangkannya dalam kancah dunia juga sudah termasuk bela negara. Mencintai musik-musik Indonesia, mencintai makanan khas Indonesia, melestarikan budaya serta mengembangkan keindahan atau pariwisata yang ada di Indonesia merupakan bagian bela negara.

Sesungguhnya banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membangun bangsa ini. Kesadaran bela negara dapat kita implementasikan dimanapun kita berada, dalam kondisi apapun, dan dalam segi manapun. Hanya saja kepedulian kita yang masih perlu dipertanyakan. Saya pernah mendengar keluh kesah sebagian rakyat Indonesia bahwa kurangnya kesadaran untuk bela negara menurut pendapat mereka adalah karena faktor **** yang cukup membuat saya heran yaitu mereka malu mengakui akan keadaan bangsa Indonesia, dengan berbagai masalah dan skandal yang ada menjadikan mereka (sebagian rakyat Indonesia) berpesimis akan keberadaan Indonesia. Nantinya mau dibawa kemana bangsa ini, percuma jika kesadaran itu tidak sepenuhya datang dari seluruh rakyat Indonesia karena yang ada kaum yang belum memiliki kesadaran bela negara akan menghancurkan kaum yang sudah memiliki kesadaran bela negara. Jika sebaliknya *tentu bagus (tidak perlu dipertanyakan). Ini yang masih dalam tanda tanya………………………..

Sebagai rakyat Indonesia yang terlahir di bumi pertiwi untuk membela negara ada kata MALU??? Please deh. Jaman sekarang, kalau bukan kita SIAPA lagiiiiiiiiii ??????


Tidak ada komentar:

Posting Komentar