Indrastuti-1111004003
Perang merebut
kemerdekaan telah usai. Apakah perjuangan kita juga telah selesai??? Ooooo
tidak, justru sekarang ini kesadaran kita untuk membela negara ada namun dalam
konteks yang berbeda. Menurut saya Kesadaran bela negara pada hakikatnya merupakan kepedulian terhadap negara dengan
berbakti dan rela berkorban demi memajukan kehidupan dalam negara dengan cara
apapun, nasionalisme dan patriotisme.
Pada
jaman dahulu bela negara identik dengan perang ataupun pertempuran, namun dijaman
sekarang jika tidak ada perang apa tidak ada yang harus di bela?. Saat ini
masyarakat masih menganggap bahwa bela negara identik dengan militerisme yang
selalu berhubungan dengan TNI dan kawan-kawannya. Di jaman sekarang justru yang
merupakan tantangan terbesar bagi bangsa kita adalah menjaga keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dengan
bentuk Negara
Republik Indonesia yang terdiri dari sekian ribu pulau, sekian banyak suku
bangsa dan bahasa dengan adat yang dijunjung tinggi bersatu dalam kerangka
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi sorotan utama
bangsa ini dalam masalah keutuhan. Menjaga keutuhan bangsa dengan latar seperti
ini cukup sulit untuk dikontrol, tidak mudah bertahan jika tidak ada tujuan
untuk bersatu, meskipun ada yang namanya TNI yang memiliki fungsi menjaga
pertahanan serta keamanan negara namun itu bukanlah hal yang menjamin keutuhan
NKRI karena fungsi para TNI telah berubah bukan lagi dinamakan membela negara dengan
menjaga keamanan dan kedamaian bangsa melainkan menghabiskan uang negara,
karena mereka melakukan tugasnya berdasarkan gaji atau penghasilan yang
diharapkan bukan karena kesadaran akan keutuhan NKRI. Dari jaman dahulu hingga sekarang para TNI
bukan membela negara melainkan membela kepentingan sekelompok orang yang mampu
memberikan feedback pada mereka.
Pada
tahun 1965, masa jatuhnya kepemimpinan Ir. Soekarno disebabkan kehendak pemodal
asing. Pada saat itu keamanan dan kestabilan politik yang memuluskan para
investor di backup oleh militer. Ir
Soekarno yang menolak adanya investasi asing akhirnya dilengserkan. Setelah itu
naiklah masa kepemimpinan Jenderal Soeharto. Pada masa Soeharto investasi asing
dibuka lebar-lebar, lagi-lagi militer yang menjadi alat untuk memuluskan
investasi itu. Semenjak itu para pemuda dan mahasiswa (aktivis) yang mengkritik
kewenangan pemerintah itu dibunuh, dibantai, dan menghilang tanpa jejak
lagi-lagi oleh militer.
Lantas
siapa yang seharusnya membela negara ini? KITA.
Kita
terlahir di Indonesia (NKRI) dan mau tidak mau harus menjadi bangsa Indonesia
serta bangga dengan bangsa ini. Jika kita bangga dengan Indonesia pikiran
tentang kekurangan serta masalah-masalah yang Indonesia miliki akan terlintas
mudah untuk diatasi. Bersikap optimis dan terbuka menjadi hal yang harus kita
miliki. Membela negara menjadi kewajiban kita sebagai anggota Indonesia karena
kita berpijak di bangsa ini dan mau tidak mau mengabdi untuk bangsa ini.
Konteks membela negara dapat kita implementasikan
dalam berbagai hal baik dari segi besar ataupun kecil sekalipun.
Menurut
pendapat saya membela negara saat ini bukan lagi dalam konteks angkat senjata
atau membawa nama baik bangsa, tetapi kita harus memahami bahwa negara kita
saat ini bukanlah dijajah secara fisik imperialisme
seperti jaman Belanda atau Jepang dulu, akan tetapi sekarang ini bangsa kita
telah dijajah secara ekonomi. Coba kita lihat sumber daya alam kita, hampir 90%
sumber daya alam kita dikuasai oleh negara asing seperti yang di Papua. Seharusnya
atau Idealnya Sumber Daya Alam itu milik kita, dikelolah oleh kita, dan di
nikmati oleh kita (Bangsa Indonesia) kalau kata bung Karno “BERDIKARI” berdiri
di atas kaki sendiri, prinsipnya membela negara sekarang itu ‘Berdaulat di
bidang Politik, Mandiri secara Ekonomi, berkepribadian dibidang budaya (Bangsa
Indonesia)’, karena di sebuah negara yang berkedaulatan politik, dan
berkepribadian di bidang budaya tidak mungkin tidak berdikari dalam ekonomi. Selain sumber daya alam sumber daya manusia
pun telah di kuasai. Berdiri perusahaan- perusahaan asing di Indonesia dengan
mempekerjakan rakyat Indonesia sebagai buruh pabriknya. Sebagai contoh kota industri
di Bekasi, dan Cikarang. Berdiri beratus-ratus perusahaan asing baik Jepang,
Korea, bahkan China. Hal ini sesungguhnya cukup membantu Indonesia mengurangi
tingkat pengangguran, namun ini juga berarti kita membiarkan bangsa kita
terpuruk dan terus jatuh di negeri sendiri.
Selain
itu ada lagi hal yang menjajah bangsa kita dari segi ekonomi yaitu mode. Kita
telah terhipnotis dengan kemegahan bangsa asing dalam hal fashion dan
sebagainya. Kebanyakan dari kita membeli dan memakai barang-barang produk luar negeri
dengan alasan lebih trendy dan lebih berkualitas, padahal jika kita cari-cari
di Indonesia banyak hal yang dapat kita
temukan dengan kualitas yang baik dan mode yang cukup berkelas. Karena
sesungguhnya barang yang kita pakai dengan merek luar negeri sebagiannya
merupakan hasil eksport milik
Indonesia yang kemudian di import
kembali oleh bangsa asing itu ke Indonesia. Inilah penjajahan jaman sekarang,
berbentuk abstrak yang tidak dirasakan masuk dan serangannya, secara perlahan dan
pasti merusak kecintaan dan kebaktian kita terhadap bangsa yang dapat merusak
keutuhan NKRI.
Memfiltrasi,
salah satu upaya kita dalam membela negara. Karena kita tidak mungkin menjauhkan
diri dari perkembangan kemajuan teknologi, hanya saja pandai-pandailah dalam
menerima kebudayaan asing tersebut. Menyerap pengetahuan yang bernilai positif
dari bangsa asing dan menolak yang bersifat negative itu baik.
Di
Indonesia yang menjadi masalah adalah kualitas pendidikan yang kurang sehingga menghasilkan
minimnya moral anak bangsa, sulit membedakan yang bersifat positif atau
bersifat negartif, kesadaran untuk membela negara cenderung tidak mampu di implementasikan karena mindset yang terukir kuat dalam pikiran
rakyat Indonesia adalah perang!! perang!! dan perang!!. Banyak hal yang perlu
dilakukan guna menghilangkan mindset kita tentang kesadaran bela negara tanpa
perang.
Indonesia
memiliki banyak permasalahan, salah satunya seperti yang terurai dalam wacana
diatas. Kesadaran bela negara menjadi peran penting untuk membangun keutuhan
Indonesia, menjaga kekayaan Indonesia agar tidak jatuh ke bangsa Asing merupakan
salah satu bentuk bela negara.
Menggunakan
produk dalam negeri, menghargai hasil-hasil kerajinan orang-orang bangsa kita
serta mengembangkannya dalam kancah dunia juga sudah termasuk bela negara.
Mencintai musik-musik Indonesia, mencintai makanan khas Indonesia, melestarikan
budaya serta mengembangkan keindahan atau pariwisata yang ada di Indonesia
merupakan bagian bela negara.
Sesungguhnya
banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membangun bangsa ini. Kesadaran bela
negara dapat kita implementasikan
dimanapun kita berada, dalam kondisi apapun, dan dalam segi manapun. Hanya saja
kepedulian kita yang masih perlu dipertanyakan. Saya pernah mendengar keluh
kesah sebagian rakyat Indonesia bahwa kurangnya kesadaran untuk bela negara menurut
pendapat mereka adalah karena faktor **** yang cukup membuat saya heran yaitu
mereka malu mengakui akan keadaan
bangsa Indonesia, dengan berbagai masalah dan skandal yang ada menjadikan
mereka (sebagian rakyat Indonesia) berpesimis akan keberadaan Indonesia.
Nantinya mau dibawa kemana bangsa ini, percuma jika kesadaran itu tidak
sepenuhya datang dari seluruh rakyat Indonesia karena yang ada kaum yang belum
memiliki kesadaran bela negara akan menghancurkan kaum yang sudah memiliki
kesadaran bela negara. Jika sebaliknya *tentu bagus (tidak perlu
dipertanyakan). Ini yang masih dalam tanda tanya………………………..
Sebagai rakyat Indonesia yang terlahir di bumi pertiwi untuk membela negara ada kata MALU??? Please deh. Jaman sekarang, kalau bukan kita SIAPA lagiiiiiiiiii ??????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar